Di artikel ini
Apa itu kartu member di Apple Wallet
Kartu member Apple Wallet adalah sebuah "pass": file yang disimpan pelanggan di aplikasi Wallet di iPhone, bersama boarding pass, tiket dan kartu pembayaran. Bukan aplikasi dan bukan situs web, melainkan objek yang tinggal di ponsel itu sendiri.
Apple membagi pass berdasarkan gaya. Yang dipakai untuk loyalitas adalah store card. Menurut dokumentasi Apple untuk membuat store card, gaya ini dirancang untuk kartu diskon, gift card dan kartu loyalitas toko, dan bisa menampilkan poin, saldo, syarat dan informasi lain. Isinya bisa berupa:
- Logo dan gambar strip (banner) selebar kartu.
- Kolom berisi info penting: stempel, poin, saldo atau level. Di bagian depan hanya muat sedikit kolom; teks panjang tidak ditampilkan utuh.
- Kode (QR atau format lain) yang dipindai staf di kasir.
- Bagian belakang untuk teks sebanyak yang Anda perlukan: syarat, jam buka, kontak.
Tampilannya di iPhone pelanggan
Menyimpan
Pelanggan memindai QR di poster Anda dengan kamera, mengisi data seperlunya, lalu menekan Tambah. Apple menjelaskan di panduan iPhone soal menambah dan memakai pass berbagai cara menambah pass ke Wallet, termasuk dari Safari, email atau kode.
Memakai di kasir
Pelanggan membuka Wallet (atau klik dua kali tombol samping, tergantung pengaturannya), menunjukkan kartu, dan staf memindai kodenya. Tidak perlu mencari kartu di dompet atau menyebut nomor HP.
Melihat pembaruan
Saat Anda memberi stempel, pass di ponselnya ikut berubah. Apple menyebutnya pembaruan otomatis, dan pelanggan bisa menyalakan atau mematikannya di info tiap pass. Saat sebuah kolom berubah, iPhone bisa menampilkan notifikasi di layar kunci ("Tinggal 1 stempel lagi untuk kopi gratis").
Muncul saat dekat toko
Sebuah pass bisa memuat lokasi yang relevan. Menurut panduan Apple tentang menampilkan pass di layar kunci, sistem bisa menampilkan pass saat pelanggan berada di tempat tertentu, misalnya kartu gym saat di gym. Satu pass mendukung sampai 10 lokasi relevan. Untuk kafe, artinya saat pelanggan lewat di depan, kartunya bisa muncul di layar kunci.
Apa yang dibutuhkan secara teknis
Kalau Anda penasaran, ini yang diminta Apple untuk menerbitkan pass. Semuanya ada di dokumentasi Wallet untuk developer.
- Akun Apple Developer (berbayar) untuk mengakses area sertifikat.
- Pass Type ID, dengan format seperti "pass.com.usahaanda.member". Setiap pelanggan punya pass dengan nomor seri sendiri.
- Sertifikat penandatanganan untuk ID tersebut, dibuat dari portal Apple berdasarkan permintaan tanda tangan (CSR).
- Merakit pass: file pass.json berisi data, gambar dalam beberapa resolusi, manifest berisi hash tiap file, dan tanda tangan digital. Semua dikompres dan diberi ekstensi .pkpass. Detailnya di Building a Pass.
- Layanan web untuk pembaruan. Supaya pass berubah saat Anda memberi stempel, perlu server HTTPS yang mendaftarkan perangkat, mengirim push lewat server Apple, dan mengirim versi baru pass. Penjelasannya di Adding a Web Service to Update Passes.
Lalu yang tidak ada di dokumentasi: alat untuk staf memindai dan menambah stempel, database pelanggan yang aman, memperbarui sertifikat saat kedaluwarsa, dan mengulang semuanya untuk Android dengan Google Wallet yang cara kerjanya berbeda.
Kenapa sebaiknya tidak membuat sendiri
Bisa saja, dan untuk jaringan besar dengan tim teknis mungkin masuk akal. Untuk usaha lokal, tidak sebanding:
| Kalau membuat sendiri | Dengan platform |
|---|---|
| Akun developer, sertifikat dan perpanjangan | Diurus platform |
| Membuat server pembaruan | Pembaruan berjalan sendiri |
| Membuat alat pemindai sendiri | Pemindai siap di ponsel apa pun |
| Mengulang untuk Android | Apple, Google dan kartu web sekaligus |
| Berminggu-minggu kerja dan perawatan | Sekitar 5 menit untuk mulai |
Waktu yang habis untuk mengurus tanda tangan dan server lebih baik dipakai untuk hal yang benar-benar mendatangkan pelanggan: hadiah yang menarik dan staf yang rajin menawarkan kartu.
Cara punya kartu di Apple Wallet dengan Stampaz
Siap dalam sekitar 5 menit:
- Pilih jenis kartu: stempel, poin, diskon bertingkat, cashback, gift card atau langganan. Semua ada di semua paket.
- Atur desainnya: logo, foto latar, warna, label, dan kalau mau, stempel dengan gambar Anda sendiri.
- Cetak poster QR buatan Stampaz dan pasang di dekat kasir.
- Pindai dengan ponsel apa pun: staf tidak perlu akun atau aplikasi.
Kartu yang sama tersimpan di Apple Wallet di iPhone, di Google Wallet di Android, dan sebagai kartu web untuk yang tidak memakai keduanya. Dari panel, Anda bisa mengirim notifikasi push ke layar kunci (4 per bulan di paket Local, tanpa batas di Pro dan Jaringan), mengatur pesan otomatis ulang tahun, sambutan atau "kami kangen kamu" (Pro dan Jaringan), dan menyalakan notifikasi saat dekat toko (Pro dan Jaringan).
Langkah lengkapnya, dari memilih hadiah sampai kalimat di kasir, ada di cara membuat kartu member digital.
Tips desain untuk Wallet
Gambar strip. Pakai foto mendatar yang sederhana: produk atau toko Anda, tanpa teks. Wallet menaruh informasi di atasnya, jadi hindari latar yang ramai. Menurut panduan Apple tentang store card, Apple Watch tidak menampilkan gambar strip, jadi info penting harus ada di kolom, bukan hanya di foto.
Keterbacaan. Kontras tinggi antara teks dan latar; putih di atas warna gelap merek Anda biasanya berhasil. Label pendek: "Kopi", "Poin", "Saldo". Logo terbaca dalam ukuran kecil.
Bagian belakang. Taruh yang tidak muat di depan: cara kerja program, syarat, jam buka dan kontak. Apple meminta data kontak penandatangan pass dicantumkan di bagian belakang.
Notifikasi. Setiap notifikasi harus bermanfaat: stempel yang kurang, menu baru, promo di jam sepi. Kalau tidak menarik, pelanggan mematikan pembaruan atau menghapus kartu.
Pertanyaan yang sering muncul di kasir
- "Tombol Tambah tidak muncul." Biasanya karena tautan dibuka di dalam aplikasi lain (misalnya dari chat WhatsApp). Minta buka di Safari lalu coba lagi.
- "Stempelnya belum masuk." Pembaruan butuh koneksi. Kalau sinyal di dalam toko lemah, stempel akan muncul setelah pelanggan keluar. Stempelnya sudah tercatat.
- "Kalau ganti iPhone bagaimana?" Pass Wallet tersinkron antar perangkat dengan Apple ID yang sama, menurut panduan iPhone dari Apple.
- "Saya tidak mau kasih data." Jelaskan apa yang diminta dan untuk apa. Minta seminimal mungkin: makin pendek formulir, makin banyak yang daftar.
Simpan satu kartu contoh di ponsel toko untuk ditunjukkan. Melihat kartunya lebih meyakinkan daripada penjelasan.
Apple Wallet dibanding kartu kertas
Kartu di Wallet tidak hilang di mesin cuci, tidak tertinggal di rumah (ponsel selalu dibawa), dan memungkinkan Anda tetap berkomunikasi dengan pelanggan setelah mereka pulang. Tetapi bukan sulap: kalau hadiahnya kurang menarik atau tidak ada yang menawarkannya di kasir, kartu digital juga tidak akan jalan. Perbandingannya di kartu stempel kertas vs digital.
Pertanyaan umum
Tidak secara langsung: Apple Wallet hanya menerima pass yang ditandatangani penerbitnya. Yang bisa dilakukan adalah membuat versi digital kartu Anda, lalu saat pelanggan daftar, tambahkan stempel yang sudah mereka kumpulkan di kertas.
Bisa untuk ditunjukkan: pass tersimpan di iPhone dan kodenya tampil tanpa koneksi. Pembaruan seperti stempel baru atau saldo masuk saat ponsel kembali terhubung.
Tidak. Wallet sudah terpasang di setiap iPhone. Pelanggan memindai QR, menekan Tambah, dan kartunya tersimpan.
Hanya kalau membuat pass sendiri, karena perlu Pass Type ID dan sertifikat penandatanganan. Kalau memakai platform seperti Stampaz, semua itu diurus platform.
Mereka bisa menyimpan kartu yang sama di Google Wallet. Yang tidak memakai keduanya bisa memakai kartu web dari browser.