Di artikel ini
Jujur dulu: kapan kertas sudah cukup
Sebelum membandingkan kartu stempel kertas vs digital, satu hal: kartu kertas belum mati. Ada usaha yang cocok memakainya dan tidak perlu buru-buru pindah. Kertas cukup jika:
- Pelanggan tetap Anda sedikit dan Anda kenal semuanya. Kalau Anda hafal nama dan pesanan mereka, hubungan yang ingin dibangun aplikasi sudah Anda punya.
- Anda tidak akan memakai data. Kalau tidak pernah mengirim notifikasi atau melihat siapa yang berhenti datang, keunggulan digital banyak berkurang.
- Sebagian besar pembeli adalah orang lewat yang jarang kembali (misalnya di area wisata). Di sini, kartu jenis apa pun tidak akan banyak membantu.
Kalau Anda merasa begitu, lanjutkan kartu kertas Anda. Kalau tidak, baca terus: kertas punya biaya yang tidak tercantum di nota percetakan.
Biaya kartu kertas yang sebenarnya
Cetak dan stempel
Kartu cetak, stempel karet, tinta. Lalu cetak ulang setiap kali habis atau ada yang berubah (harga, logo, syarat). Kalau hadiahnya diubah, kartu lama tetap beredar dengan aturan lama.
Kartu yang hilang
Tertinggal di saku celana, ikut tercuci, ketinggalan di rumah. Setiap kartu yang hilang berarti pelanggan mulai dari nol, dan banyak yang tidak minta kartu baru. Kartu berhenti bekerja justru pada pelanggan yang paling sering belanja.
Kecurangan
Stempel yang mirip mudah didapat. Saat jam ramai, tidak ada yang memeriksa apakah stempelnya asli. Tidak perlu sering terjadi untuk merugikan: beberapa hadiah gratis yang tidak semestinya per bulan sudah terasa di margin yang tipis.
Nol data
Ini biaya terbesar dan paling tidak terlihat. Dengan kertas, Anda tidak tahu siapa pelanggan Anda, berapa jumlahnya, seberapa sering mereka datang, atau siapa yang berhenti datang. Anda tidak bisa mengabari menu baru, mengucapkan selamat ulang tahun, atau mengajak kembali yang sudah sebulan tidak muncul.
Contoh hitungan
Contoh kedai kopi (angka rekaan untuk ilustrasi): misalkan ada 200 pelanggan dengan kartu kertas dan hadiahnya satu kopi gratis setiap 10.
- Kalau 1 dari 10 kehilangan kartunya di tengah jalan, ada 20 pelanggan yang tidak lagi punya alasan memilih Anda dibanding kedai di seberang.
- Kalau separuhnya biasa membeli sekitar 2 kopi per minggu di tempat Anda, Anda kehilangan sekitar 20 kunjungan per minggu. Kalikan dengan rata-rata belanja Anda.
- Dan Anda tidak tahu, karena kertas tidak memberi tahu siapa yang pergi.
Hitung dengan angka Anda sendiri. Hasilnya biasanya lebih besar daripada biaya percetakan.
Apa yang Anda dapat dengan kartu digital
Kartu digital di Apple Wallet atau Google Wallet menyelesaikan masalah di atas dan menambah hal yang tidak bisa dilakukan kertas:
- Tidak hilang. Ada di ponsel yang selalu dibawa pelanggan.
- Anda tahu siapa pelanggan Anda. Berapa jumlahnya, seberapa sering datang, siapa yang hampir dapat hadiah, siapa yang berhenti datang. Bisa diekspor ke CSV untuk diolah di spreadsheet.
- Anda bisa menyapa mereka. Notifikasi push ke layar kunci: stempel dobel di jam sepi, menu baru, pengingat stempel yang kurang.
- Pesan otomatis (di Pro dan Jaringan Stampaz): ucapan ulang tahun, sambutan, dan "kami kangen kamu" untuk yang lama tidak datang.
- Tanpa stempel palsu. Setiap stempel diberikan staf dengan memindai, dan sistem mencegah pindai ganda.
- Desain bisa diubah kapan saja. Semua ponsel ikut berubah dan tidak ada stempel yang hilang.
- Lebih banyak jenis kartu. Selain stempel: poin, diskon bertingkat, cashback, gift card atau langganan.
Yang tidak berubah: kalau hadiahnya kurang menarik atau tidak ada yang menawarkannya di kasir, kartu digital juga tidak jalan. Ide supaya pelanggan kembali ada di cara mendapatkan pelanggan tetap.
Tabel perbandingan
| Aspek | Kartu kertas | Kartu digital (Wallet) |
|---|---|---|
| Biaya awal | Cetak dan stempel | Langganan bulanan atau tahunan |
| Pendaftaran | Kartu diberikan | Pindai QR, simpan di ponsel |
| Hilang | Sering | Tidak, ada di ponsel |
| Stempel palsu | Mudah | Setiap stempel tercatat |
| Data pelanggan | Tidak ada | Siapa, seberapa sering, siapa yang pergi |
| Notifikasi | Tidak mungkin | Ke layar kunci |
| Ubah desain atau aturan | Cetak ulang; kartu lama tetap beredar | Semua ponsel ikut berubah |
| Jenis program | Stempel saja | Stempel, poin, level, cashback, gift card, langganan |
| Pelanggan tanpa smartphone | Bisa | Kartu web atau simpan sedikit kartu kertas |
| Data pribadi | Tidak menyimpan data | Perlu alat yang aman (Stampaz menyimpan data di server Uni Eropa) |
Biaya Stampaz: Local 29 €/bulan, Pro 49 €/bulan dan Jaringan 149 €/bulan, belum pajak dan tanpa kontrak.
Cara pindah dari kertas ke digital tanpa kehilangan pelanggan
Kekhawatiran umum: "Bagaimana dengan yang sudah punya 7 stempel di kartu kertas?" Jawabannya sederhana: hormati.
1. Siapkan kartu digital dengan aturan yang sama. Kalau kartu kertas memberi satu kopi tiap 10 stempel, mulai dengan aturan itu juga. Mengganti media dan aturan sekaligus membingungkan. Langkahnya ada di cara membuat kartu member digital.
2. Tukar stempel kertas saat pendaftaran. Saat pelanggan dengan kartu kertas daftar, tambahkan stempelnya lewat penyesuaian di panel (tercatat di riwayat) dan simpan kartu kertasnya. Pelanggan langsung melihat kartu barunya sudah terisi.
3. Beri batas waktu untuk kertas. Pasang pengumuman: "Mulai 1 [bulan], kartu member hanya di HP. Bawa kartu kertasmu, stempelnya kami pindahkan." Satu atau dua bulan biasanya cukup.
4. Sediakan jalan keluar. Ada pelanggan yang tidak mau atau tidak bisa memakai ponsel. Untuk mereka, kartu web Stampaz berjalan di browser apa pun, dan kalau tetap tidak bisa, simpan sedikit kartu kertas untuk kasus tertentu.
5. Manfaatkan momen ini. Pindah ke digital adalah alasan bagus untuk menyapa pelanggan: "Sekarang kartumu ada di HP, nggak bakal hilang. Stempel pertama gratis." Kalimat di kasir lebih berpengaruh daripada poster.
Contoh per jenis usaha
- Kafe: kartu klasik 10 kopi pindah apa adanya ke ponsel, plus bisa mengumumkan stempel dobel di sore hari. Ide lainnya di ide kartu stempel kafe dan halaman untuk kafe dan coffee shop.
- Barbershop: kartu kertas sering hilang karena hanya dipakai sebulan sekali. Di versi digital, Anda juga bisa mengingatkan waktunya potong. Lihat halaman barbershop.
- Toko roti: dengan belanja yang bervariasi, Anda bisa beralih dari stempel ke poin per rupiah, hal yang tidak praktis di kertas. Lihat halaman toko roti.
Tanda Anda sudah waktunya pindah
- Anda mencetak ulang kartu lebih sering dari yang diinginkan.
- Anda melihat stempel yang tidak Anda kenali atau kartu yang penuhnya mencurigakan.
- Anda ingin mengumumkan sesuatu tetapi tidak punya cara menjangkau pelanggan.
- Beberapa langganan berhenti datang, tetapi Anda tidak tahu siapa dan sejak kapan.
- Anda ingin mencoba selain stempel (poin, gift card, langganan) dan kertas tidak memungkinkan.
Kesimpulan
Kalau pelanggan Anda sedikit, Anda kenal semuanya, dan tidak akan memakai data atau notifikasi, kertas sudah cukup. Di luar itu, kartu digital mengembalikan apa yang diam-diam diambil kertas: pelanggan yang kehilangan kartu, stempel palsu, dan terutama kesempatan untuk kembali menyapa orang yang pernah membeli dari Anda.
Pertanyaan umum
Tergantung tujuan Anda. Kertas cukup kalau Anda hanya ingin menghargai pelanggan yang kembali dan tidak masalah tidak tahu siapa mereka. Digital memberi data, notifikasi ke ponsel, dan kartu yang tidak hilang.
Hormati. Saat pelanggan daftar kartu digital, tambahkan stempel yang mereka bawa dan ambil kartu kertasnya. Dengan begitu tidak ada yang merasa rugi.
Anda bisa menyimpan sedikit kartu kertas untuk sementara. Dengan Stampaz, yang tidak memakai Apple Wallet maupun Google Wallet juga punya kartu web.
Mudah: stempel karet yang mirip atau kartu yang diisi sendiri di rumah tidak akan ketahuan saat jam ramai. Di kartu digital, setiap stempel diberikan staf lewat pemindaian dan tercatat.