Ide per sektor

Kartu stempel kafe: 12 ide loyalitas untuk coffee shop (dengan biaya dan cara mengukurnya)

Ide kartu stempel kafe yang bisa dijalankan besok: cara kerja tiap ide, biaya sebenarnya, dan angka yang perlu dilihat untuk tahu apakah berhasil.

Oleh Tim Stampaz6 menit baca

Di artikel ini
  1. 01Kenapa kafe butuh lebih dari kopi yang enak
  2. 0212 ide, dijelaskan satu per satu
  3. 03Tabel ringkasan
  4. 04Mulai dari mana
  5. 05Angka yang dilihat tiap bulan
  6. 06Kesalahan umum di kafe
  7. 07Cara menyiapkannya di kafe Anda

Kenapa kafe butuh lebih dari kopi yang enak

Ide kartu stempel kafe di bawah berangkat dari hal yang sudah Anda tahu: pelanggan terbaik bukan orang yang mampir sekali, melainkan pekerja kantor sebelah yang pesan "yang biasa" empat kali seminggu. Coffee shop di seberang jalan juga enak. Yang membuat mereka tetap memilih Anda adalah kebiasaan, keramahan, dan alasan kecil tapi konsisten untuk tidak pindah.

Program loyalitas tidak menggantikan keramahan; ia memperkuatnya. Pelanggan dapat alasan konkret (satu stempel lagi, hadiah sudah dekat), dan Anda dapat sesuatu yang tidak diberikan kertas: tahu siapa yang kembali dan kapan.

Satu aturan sebelum mulai: setiap ide harus bisa diukur. Kalau tidak tahu angka apa yang dilihat, Anda tidak tahu apakah ide itu merugikan atau menguntungkan.

12 ide, dijelaskan satu per satu

1. Klasik 10+1, dijalankan dengan benar

Cara kerja: satu stempel per kopi; stempel ke-10, kopi berikutnya gratis. Kartu stempel di ponsel pelanggan.

Biaya. Contoh: kopi susu gula aren Rp25.000 dengan bahan sekitar Rp8.000. Memberi satu gratis tiap 10 penjualan berarti Rp8.000 bahan per 10 cup. Dari harga jual, itu diskon sekitar 9 %; dari biaya sebenarnya, jauh lebih kecil.

Cara mengukur: berapa kartu yang sampai ke hadiah per bulan dan berapa hari rata-ratanya. Kalau hampir tidak ada, turunkan ke 8 stempel.

2. Stempel gratis saat daftar

Cara kerja: yang menyimpan kartu hari ini langsung mulai dengan 1 atau 2 stempel. Kartu yang sudah terisi lebih sering dipakai daripada yang kosong.

Biaya: nol sampai hadiah ditukar; setelah itu sama dengan ide 1, hanya sedikit lebih cepat.

Cara mengukur: pendaftar per minggu dan persentase yang kembali dalam 14 hari pertama.

3. Sarapan ulang tahun

Cara kerja: di hari (atau minggu) ulang tahunnya, pelanggan menerima notifikasi: "Hari ini sarapanmu kami traktir." Di Stampaz ini pesan otomatis di paket Pro dan Jaringan.

Biaya. Contoh: paket kopi dan croissant Rp45.000 dengan biaya sekitar Rp15.000. Dengan 300 pemegang kartu, ada sekitar 25 ulang tahun per bulan, dan tidak semuanya datang.

Cara mengukur: ucapan terkirim dibanding hadiah ulang tahun yang ditukar. Perhatikan juga apakah mereka datang bersama teman: sarapan gratis sering membawa sarapan berbayar.

4. Langganan "satu kopi per hari"

Cara kerja: biaya bulanan untuk satu kopi per hari. Pelanggan melihat sisa jatahnya di kartu. Anda menagih di kasir (tunai, EDC atau QRIS) dan menandainya di ponsel; Stampaz tidak memotong komisi karena tidak memproses pembayaran.

Biaya. Contoh: pelanggan harian datang sekitar 18 hari per bulan dengan kopi Rp25.000, jadi belanjanya Rp450.000. Langganan Rp399.000 per bulan membuatnya hemat, dan Anda tetap menerima pemasukan walau ia absen beberapa hari. Tetapkan harga dari pemakaian rata-rata, bukan dari 30 hari. Detailnya di program membership berlangganan.

Cara mengukur: pelanggan aktif, rata-rata pemakaian per bulan, dan perpanjangan. Kalau rata-rata pemakaian mendekati maksimum, naikkan harga atau batasi jam.

5. Happy hour lewat notifikasi di jam sepi

Cara kerja: jam 14.00, saat kafe sepi, kirim push: "Jam 14–16, kopi kedua setengah harga." Notifikasi masuk ke layar kunci pemegang kartu.

Biaya: diskon hanya untuk penjualan di jam yang biasanya kosong. Biaya tambahannya rendah karena barista sudah ada.

Cara mengukur: penjualan di jam itu pada hari notifikasi dibanding rata-rata hari yang sama tanpa notifikasi. Paket Local punya 4 notifikasi per bulan, jadi pakai di sore terburuk Anda.

6. Stempel dobel di hari sepi

Cara kerja: di hari penjualan paling rendah, setiap kopi dihitung dua stempel. Tidak ada diskon langsung, hadiahnya hanya datang lebih cepat.

Biaya: dengan 10+1, pelanggan yang hanya datang di hari itu sampai ke hadiah dalam 5 kunjungan. Biaya per kopi di hari itu naik dari 9 % menjadi hampir 17 % dari harga. Lakukan hanya kalau hari itu memang perlu didongkrak.

Cara mengukur: penjualan hari itu sebelum dan selama promo, minimal empat minggu.

7. Kartu untuk kantor dan tim

Cara kerja: kantor sebelah sering pesan kopi untuk rapat. Tawarkan gift card bersaldo yang bisa diisi ulang; penanggung jawabnya mengisi di akhir bulan dan siapa pun di tim bisa memakainya dengan menunjukkan QR.

Biaya: nol jika tanpa bonus. Kalau mau memberi bonus, contoh: isi Rp1.000.000, saldo Rp1.050.000; 5 % untuk pesanan rutin.

Cara mengukur: saldo terisi per bulan dan frekuensi isi ulang.

8. Biji kopi untuk di rumah

Cara kerja: kartu kedua, berupa poin, khusus untuk biji kopi kemasan. 1 poin per Rp10.000; 50 poin, gratis 100 g biji kopi. Di Stampaz Anda bisa memakai beberapa kartu sekaligus (2 di Local, 10 di Pro).

Biaya. Contoh: kalau 50 poin (belanja Rp500.000) ditukar kemasan yang biayanya Rp40.000, biayanya 8 % dari penjualan.

Cara mengukur: kemasan terjual per bulan dan berapa pelanggan bar yang mulai membeli biji kopi.

9. "Kami kangen kamu"

Cara kerja: kalau pelanggan mingguan sudah 21 hari tidak datang, ia menerima notifikasi otomatis dengan alasan untuk kembali: stempel bonus atau kopi gratis minggu ini. Otomatis di Pro dan Jaringan.

Biaya: kopi yang Anda berikan, hanya untuk pelanggan yang sebenarnya sudah hilang.

Cara mengukur: notifikasi terkirim dibanding kunjungan dalam 7 hari berikutnya.

10. Notifikasi saat lewat dekat kafe

Cara kerja: kartu muncul di layar kunci saat pelanggan lewat di dekat kafe ("Tinggal 1 stempel lagi untuk kopi gratis"). Memakai lokasi Wallet; tersedia di Pro dan Jaringan.

Biaya: tidak ada biaya langsung. Ini pengingat, bukan diskon.

Cara mengukur: kunjungan pemegang kartu di jam berangkat kerja sebelum dan sesudah diaktifkan.

11. Hadiah menu musiman

Cara kerja: hadiahnya berganti mengikuti musim: es kopi spesial saat Ramadan, minuman hangat di musim hujan, kue saat Imlek. Ganti teks di kartu, semua ponsel ikut berubah tanpa kehilangan stempel.

Biaya: mirip satu kopi kalau dipilih dengan baik; sekaligus cara memperkenalkan menu baru.

Cara mengukur: penjualan menu musiman setelah penukaran. Kalau disukai, akan dibeli.

12. Ajak teman

Cara kerja: pelanggan menunjukkan poster atau membagikan tautan pendaftaran; kalau temannya daftar dan membeli, keduanya mendapat satu stempel bonus. Divalidasi di kasir dengan pemindai.

Biaya: dua stempel, artinya sebagian kecil satu kopi per pelanggan baru.

Cara mengukur: pendaftar yang datang berdua dan berapa yang masih aktif sebulan kemudian.

Tabel ringkasan

IdeJenis kartuPerkiraan biayaTujuan
10+1Stempel9 % dari hargaKebiasaan harian
Stempel saat daftarStempelHadiah lebih cepatKunjungan kedua
Sarapan ulang tahunStempel atau poin + otomatisSatu sarapan per tahunIkatan personal
Satu kopi per hariLanggananHarga vs pemakaian rata-rataPemasukan tetap
Happy hourApa saja + pushDiskon di jam sepiMengisi jam kosong
Stempel dobelStempelSampai 17 % di hari ituHari sepi
KantorGift card0–5 %Pesanan rutin
Biji kopiPoinContoh: 8 %Penjualan untuk rumah
Kami kangen kamuApa saja + otomatisHanya jika kembaliMemenangkan kembali
Dekat kafeApa sajaRp0Pengingat halus
Menu musimanStempelMirip satu kopiMencoba menu baru
Ajak temanStempel2 stempelPelanggan baru

Mulai dari mana

Jangan jalankan dua belas ide sekaligus. Urutan yang masuk akal:

  1. Minggu 1: kartu stempel 10+1 dengan 1 stempel gratis saat daftar. Poster QR di kasir dan satu kalimat: "Mau kartu stempelnya disimpan di HP, Kak?"
  2. Minggu 3: notifikasi pertama di sore paling sepi (ide 5).
  3. Bulan 2: ulang tahun dan "kami kangen kamu" kalau pakai Pro; kalau tidak, langganan untuk pelanggan harian.
  4. Bulan 3: kartu kedua (biji kopi atau kantor) sesuai yang paling laku.

Ragu antara stempel dan poin? Baca poin, stempel atau cashback. Untuk kopi dengan harga tetap, stempel biasanya paling jelas.

Angka yang dilihat tiap bulan

  • Pendaftar baru: kalau turun, masalahnya di kasir (tidak ditawarkan) atau poster (tidak terlihat).
  • Pelanggan aktif: yang mendapat stempel minimal sekali dalam 30 hari terakhir.
  • Hadiah yang ditukar: biaya program. Kalikan dengan biaya bahan, bukan harga jual.
  • Kunjungan per pelanggan aktif: kalau naik, pelanggan datang lebih sering.

Di Stampaz semua paket bisa mengekspor data ke CSV untuk dihitung di spreadsheet.

Kesalahan umum di kafe

  • Hadiah terlalu jauh. 15 stempel untuk satu kopi terlalu lama bagi pelanggan harian.
  • Tidak ditawarkan di kasir. Poster saja tidak cukup.
  • Notifikasi tanpa alasan. Harus membawa sesuatu: promo, menu baru, hadiah yang sudah dekat.
  • Mengubah aturan di tengah jalan. Kalau menaikkan jumlah stempel, hormati kartu yang sudah berjalan.
  • Stempel asal-asalan. Dengan pemindai, setiap stempel tercatat dan tidak bisa dipindai dua kali berturut-turut.

Kalau Anda masih memakai kartu kertas, baca cara pindah dari kertas ke digital tanpa ada stempel yang hilang.

Cara menyiapkannya di kafe Anda

Dengan Stampaz Anda memilih template kafe, mengunggah logo, menentukan jumlah stempel dan hadiahnya, lalu mencetak poster QR. Sekitar 5 menit. Pelanggan menyimpan kartu di Apple Wallet atau Google Wallet tanpa aplikasi, dan staf memberi stempel dengan ponsel apa pun.

Contoh dan template lain ada di halaman kartu member kafe dan coffee shop. Untuk melihat semua fiturnya, mulai dari beranda.

Pertanyaan umum

Buat kartu member digitalmu hari ini.

Siap dalam 5 menit · tanpa kontrak