Ide per sektor

Kartu member toko roti: 11 ide loyalitas (dengan biaya dan cara mengukurnya)

Ide kartu member toko roti untuk belanja kecil yang nilainya naik turun: cara kerja tiap ide, biaya dengan contoh hitungan, dan angka yang perlu dilihat.

Oleh Tim Stampaz6 menit baca

Di artikel ini
  1. 01Toko roti hidup dari pembelian berulang
  2. 0211 ide, satu per satu
  3. 03Tabel ringkasan untuk toko roti Anda
  4. 04Mulai dari mana
  5. 05Yang dilihat tiap bulan
  6. 06Kesalahan umum
  7. 07Cara menyiapkannya

Toko roti hidup dari pembelian berulang

Ide kartu member toko roti di bawah berangkat dari keunggulan yang jarang dimiliki usaha lain: pelanggan Anda belanja hampir setiap hari atau beberapa kali seminggu. Tantangannya bukan membuat mereka kembali, melainkan supaya tidak beralih ke minimarket saat terburu-buru, dan supaya selain roti tawar mereka juga membeli donat, roti isi, atau kue ulang tahun.

Yang khas dari usaha Anda:

  • Belanja kecil dan bervariasi: Rp18.000 sebungkus roti tawar, Rp60.000 dengan beberapa roti manis, Rp350.000 untuk kue ulang tahun.
  • Produk yang cepat basi: yang tidak terjual hari ini, besok nilainya turun.
  • Jam ramai yang jelas: pagi dan sore pulang kerja; siang hari sering sepi.

Karena itu ide-ide berikut fokus pada poin per rupiah, menjual stok di jam sepi, dan pesanan, tempat nilai belanja tertinggi berada.

11 ide, satu per satu

1. Poin per rupiah

Cara kerja: 1 poin untuk setiap Rp10.000. 30 poin, gratis satu roti tawar; 80 poin, sekotak kue kering. Yang membeli sebungkus roti mengumpulkan sedikit, yang belanja untuk akhir pekan mengumpulkan lebih banyak. Adil.

Biaya. Contoh: kalau setiap Rp300.000 belanja Anda memberi roti tawar seharga Rp18.000 dengan biaya sekitar Rp6.000, biaya sebenarnya sekitar 2 % dari penjualan. Dari harga jual, 6 %.

Cara mengukur: rata-rata belanja pemegang kartu dibanding yang tidak, dan perkembangannya tiap bulan.

2. Roti harian gratis tiap 10

Cara kerja: kalau sebagian besar penjualan adalah roti tawar harian, cukup kartu stempel: 10 roti, yang ke-11 gratis. Bisa dijelaskan dalam 5 detik.

Biaya: dengan 10+1, Anda memberi satu dari 11 roti untuk pelanggan ini: 9 % dari harga, jauh lebih kecil dari biaya.

Cara mengukur: kartu aktif dan berapa yang sampai ke hadiah tiap bulan.

3. Notifikasi roti baru keluar

Cara kerja: saat batch spesial keluar (roti sobek jam 10, roti gambang setiap Kamis), kirim push: "Roti sobek cokelat baru keluar dari oven. Sampai jam 13.00." Masuk ke layar kunci pemegang kartu.

Biaya: tidak ada biaya langsung. Paket Local punya 4 notifikasi per bulan; Pro dan Jaringan tanpa batas. Kalau batch spesial Anda mingguan, Local pas-pasan.

Cara mengukur: penjualan batch itu dalam 2 jam setelah notifikasi dibanding minggu tanpa notifikasi.

4. Sore menjelang tutup

Cara kerja: jam 19.00 masih tersisa 20 roti dan 15 donat. Notifikasi: "Sampai tutup, roti manis setengah harga dengan kartu member." Lebih baik terjual setengah harga daripada terbuang.

Biaya: diskon untuk produk yang kalau tidak, dibuang atau dibagikan. Biaya sebenarnya hampir nol.

Cara mengukur: sisa produk saat tutup sebelum dan sesudah memakai notifikasi.

5. Pesanan dan hampers

Cara kerja: kartu kedua khusus pesanan (kue ulang tahun, tumpeng kue, hampers Lebaran atau Natal). Contoh: setiap 3 pesanan, pesanan keempat dipotong Rp100.000. Stampaz memungkinkan 2 kartu di Local dan sampai 10 di Pro.

Biaya. Contoh: kalau rata-rata pesanan Rp350.000, potongan Rp100.000 tiap empat pesanan berarti sekitar 7 % dari nilai pesanan.

Cara mengukur: jumlah pesanan per bulan dan pelanggan yang memesan lagi dalam setahun.

6. Ulang tahun dengan kue

Cara kerja: seminggu sebelum ulang tahun, notifikasi otomatis (Pro dan Jaringan): "Ulang tahunmu sebentar lagi. Pesan kuenya minggu ini, lilin dan sekotak kue sus dari kami."

Biaya. Contoh: sekotak kue sus seharga Rp50.000 dengan biaya Rp20.000, hanya jika memesan.

Cara mengukur: pesanan kue ulang tahun dari pemegang kartu.

7. Tas belanja sendiri, stempel bonus

Cara kerja: yang membawa tas belanja sendiri mendapat satu stempel atau 2 poin tambahan. Kalau tasnya Anda jual dengan logo toko, lebih baik lagi: iklan berjalan.

Biaya: satu poin atau stempel tambahan per kunjungan; Anda menghemat kantong plastik dan kertas.

Cara mengukur: tas terjual dan persentase kunjungan dengan tas sendiri.

8. Langganan "roti setiap pagi"

Cara kerja: biaya bulanan untuk satu roti tawar per hari. Pelanggan melihat sisa jatah di kartunya. Anda menagih di kasir dan menandainya di ponsel; tanpa komisi karena Stampaz tidak memproses pembayaran.

Biaya. Contoh: roti Rp18.000, pelanggan datang sekitar 24 hari per bulan: belanja Rp432.000. Biaya Rp380.000 membuatnya hemat dan uangnya Anda terima di awal bulan, walau ia absen beberapa hari. Ide lain di program membership berlangganan.

Cara mengukur: pelanggan langganan aktif, rata-rata pemakaian dan perpanjangan.

9. Produk musiman sebagai hadiah

Cara kerja: hadiahnya berganti sesuai musim: nastar menjelang Lebaran, kue keranjang saat Imlek, stollen saat Natal. Ganti teks di kartu, semua ponsel ikut berubah tanpa kehilangan poin.

Biaya: mirip satu roti manis; sekaligus cara mencicipkan produk musiman sebelum puncak permintaan.

Cara mengukur: penjualan produk itu seminggu setelah penukaran.

10. Gift card untuk Lebaran dan akhir tahun

Cara kerja: kartu bersaldo yang bisa diisi ulang. Cocok untuk perusahaan yang membagi bingkisan atau keluarga yang ingin mentraktir orang tua. Anda menagih di kasir dan mengisi saldonya. Baca dulu gift card usaha kecil dan cek aturan perlindungan konsumen soal masa berlaku.

Biaya: nol; ini penjualan di muka.

Cara mengukur: saldo terjual per kampanye dan berapa penerima yang daftar sebagai pelanggan.

11. Stempel dobel di hari sepi

Cara kerja: kalau Selasa adalah hari terburuk, di hari itu setiap pembelian dihitung dua kali.

Biaya. Contoh: dengan 10+1, biaya hari itu naik dari 9 % menjadi hampir 17 % dari harga untuk pemegang kartu. Hanya kalau hari itu benar-benar perlu didongkrak.

Cara mengukur: penjualan hari itu selama minimal empat minggu dibanding empat minggu sebelumnya.

Tabel ringkasan untuk toko roti Anda

IdeJenis kartuContoh biayaTujuan
Poin per rupiahPoin6 % dari hargaBelanja bervariasi
Roti 10+1Stempel9 % dari hargaPembelian harian
Roti baru keluarApa saja + pushRp0Jual produk spesial
Menjelang tutupApa saja + pushProduk yang akan tersisaKurangi sisa
PesananStempel (kartu ke-2)7 % dari pesananBelanja besar
Ulang tahunApa saja + otomatisSekotak kue jika memesanKue ulang tahun
Tas sendiriStempel atau poinSatu stempel ekstraMerek dan hemat
Roti setiap pagiLanggananHarga vs pemakaian rata-rataPemasukan tetap
MusimanStempel atau poinSatu roti manisMencoba produk
Gift cardGift cardRp0Penjualan di muka
Stempel dobelStempelSampai 17 % di hari ituHari sepi

Untuk memilih formula dasar, bandingkan poin, stempel atau cashback.

Mulai dari mana

Toko roti ramai dan waktu di kasir singkat. Mulai sederhana:

  1. Pilih satu kartu dasar: stempel kalau hampir semuanya roti tawar; poin kalau belanjanya sangat bervariasi.
  2. Pasang poster QR di tempat orang antre, bukan di belakang etalase. Waktu antre adalah saat untuk daftar.
  3. Satu kalimat untuk semua staf: "Mau kartu poinnya di HP, Kak? Scan di sini, belanja ini langsung dihitung."
  4. Setelah sebulan, tambahkan notifikasi roti baru untuk produk andalan.
  5. Sebelum Lebaran atau akhir tahun, siapkan kartu pesanan atau gift card.

Pemindai berjalan di ponsel staf mana pun, tanpa akun atau aplikasi, dan tidak bisa memindai kartu yang sama dua kali berturut-turut, jadi di jam ramai tidak ada yang bingung.

Yang dilihat tiap bulan

  • Pendaftar baru per minggu. Kalau turun, poster tidak terlihat atau tidak ada yang menawarkan.
  • Pelanggan aktif dalam 30 hari.
  • Rata-rata belanja dengan kartu vs tanpa kartu.
  • Sisa produk saat tutup, kalau Anda memakai notifikasi menjelang tutup.
  • Biaya hadiah, dihitung dari biaya produksi, bukan harga jual.

Semua bisa diekspor ke CSV di paket mana pun.

Kesalahan umum

  • Poin dengan pecahan. Kalau satu roti memberi 1,8 poin, pelanggan bingung. Bulatkan: 1 poin per Rp10.000.
  • Hadiah yang tidak menarik. Roti gratis bagus; roti kemarin, tidak.
  • Notifikasi setiap hari. Notifikasi roti baru berhasil karena spesial.
  • Melupakan kartu kertas. Kalau pindah dari kertas, masukkan stempel yang sudah dimiliki pelanggan. Lihat kartu stempel kertas vs digital.

Cara menyiapkannya

Dengan Stampaz Anda memilih template toko roti, mengunggah logo dan foto roti Anda, menentukan aturan dan hadiah, lalu mencetak poster. Sekitar 5 menit. Pelanggan menyimpan kartu di Apple Wallet atau Google Wallet tanpa aplikasi; yang tidak memakai keduanya mendapat kartu web.

Contoh dan template ada di halaman kartu member toko roti. Kalau Anda juga menjual kopi, lihat ide untuk kafe dan coffee shop.

Pertanyaan umum

Buat kartu member digitalmu hari ini.

Siap dalam 5 menit · tanpa kontrak