Di artikel ini
Gift card untuk usaha kecil adalah salah satu cara paling sederhana untuk menjual lebih banyak tanpa menurunkan harga: seseorang membayar hari ini, dan biasanya orang lain yang datang belakangan untuk mengenal usaha Anda. Panduan ini menjelaskan kapan gift card paling laku, pilihan kertas atau digital, cara mengatur saldo dan isi ulang, cara menagih tanpa komisi, dan cara memperkenalkannya.
Kenapa gift card cocok untuk usaha lokal
Gift card menyelesaikan masalah nyata pembeli: ingin memberi hadiah yang bermakna tetapi tidak tahu ukuran, warna atau selera persisnya. Kalau ia suka usaha Anda, menghadiahkannya jadi mudah. Bagi Anda ada tiga keuntungan:
- Uang masuk di depan. Hari ini dibayar, walau layanannya baru diberikan berminggu-minggu kemudian.
- Pelanggan baru yang datang dengan percaya. Penerima datang atas rekomendasi orang yang dikenalnya.
- Belanja tambahan. Kalau gift card bernilai Rp100.000 dan menu favoritnya Rp130.000, selisihnya dibayar saat itu juga.
Contoh: sebuah barbershop menjual 20 gift card Rp150.000 di bulan Desember. Itu Rp3.000.000 masuk di bulan yang pengeluarannya tinggi. Di Januari dan Februari, saat permintaan biasanya turun, 20 orang itu datang menukarnya, dan beberapa menjadi pelanggan tetap.
Momen paling laku
Rencanakan lebih awal. Idealnya gift card sudah siap sekitar tiga minggu sebelum setiap momen.
| Momen | Yang ditawarkan | Untuk siapa |
|---|---|---|
| Lebaran | Nominal tetap, bisa jadi isi hampers atau THR | Keluarga, karyawan, relasi |
| Natal dan Tahun Baru | Nominal tetap (Rp100.000, Rp200.000, Rp300.000) | Keluarga, tukar kado kantor, perusahaan |
| Imlek | Nominal dengan angka keberuntungan | Keluarga dan relasi |
| Valentine (14 Februari) | Makan malam berdua, perawatan | Pasangan |
| Hari Ibu (22 Desember) | Perawatan, sarapan, kue | Anak |
| Hari Guru (25 November) | Nominal kecil | Orang tua murid yang berterima kasih |
| Ulang tahun (sepanjang tahun) | Nominal bebas | Siapa saja |
Di luar momen itu, gift card juga cocok untuk perusahaan (hadiah karyawan atau klien) dan sebagai hadiah undian lokal.
Gift card kertas atau digital
Keduanya bisa. Pilih sesuai cara pelanggan Anda membeli.
| Kertas | Digital di ponsel | |
|---|---|---|
| Kesan sebagai hadiah | Bisa dibungkus dan diberikan langsung | Praktis di menit terakhir; bisa disertai kartu ucapan ber-QR |
| Biaya | Cetak dan desain | Tanpa cetak |
| Saldo sebagian | Harus dicatat manual | Saldo ter-update sendiri |
| Hilang | Hilang kartunya, hilang saldonya | Ada di ponsel, tidak hilang |
| Pemalsuan | Mudah ditiru jika tanpa kontrol | Setiap kartu unik |
| Isi ulang | Tidak praktis | Mudah |
Opsi campuran yang berhasil: gift card digital di ponsel ditambah amplop atau kartu ucapan berisi QR untuk yang ingin memberi sesuatu secara fisik. Kalau sekarang semua masih kertas, perbandingan lengkapnya ada di kartu stempel kertas vs digital.
Saldo, isi ulang dan masa berlaku
Tiga keputusan sebelum menjual yang pertama.
Saldo dan pemakaian sebagian
Paling nyaman bagi pelanggan kalau saldonya bisa dipakai dalam beberapa kunjungan. Bagi Anda, itu berarti mencatat sisa saldo tiap kartu. Di kertas merepotkan; di digital, saldo berkurang setiap kali staf mencatat pemakaian dan pelanggan melihatnya di ponsel.
Isi ulang
Gift card yang bisa diisi ulang tidak hanya jadi hadiah, tetapi juga dompet untuk pelanggan tetap. Misalnya, pelanggan mengisi Rp500.000 di awal bulan dan membayar makan siangnya dengan kartu itu.
Masa berlaku
Masa berlaku yang jelas mencegah saldo terlupakan bertahun-tahun, tetapi jangan tetapkan tanpa mengecek aturan perlindungan konsumen yang berlaku. Setelah jelas:
- Tulis tanggal atau jangka waktunya di kartu dan di syarat Anda.
- Ingatkan pelanggan sebelum kedaluwarsa: alasan bagus lain untuk kembali.
- Jelaskan di kasir: "Bisa dipakai beberapa kali, saldonya kelihatan di HP."
Cara menagih gift card tanpa komisi
Banyak platform gift card memproses pembayaran untuk Anda dan mengambil persentase dari setiap penjualan. Untuk usaha lokal ada cara yang lebih sederhana:
- Pelanggan memilih nominal di kasir.
- Anda menagih di kasir seperti penjualan biasa: tunai, EDC atau QRIS, yang sudah Anda pakai.
- Anda membuat kartu dengan saldo tersebut, dan penerimanya menyimpan di ponsel.
- Saat ditukar, staf memindai kartu dan memotong nominalnya.
Tidak ada komisi per penjualan, uang langsung masuk ke rekening Anda, dan alatnya hanya menerbitkan kartu dan mencatat saldo.
Cara menentukan nominal
- Mulai dari rata-rata belanja. Kalau layanan khas Anda Rp60.000, gift card Rp75.000 mencakup satu kunjungan dan Rp150.000 mencakup dua.
- Tawarkan dua sampai empat nominal tetap. Terlalu banyak pilihan membuat pembeli ragu.
- Sediakan nominal bebas untuk yang ingin memberi jumlah tertentu.
- Beri nama paket sesuai isinya, bukan hanya harganya: "Sarapan berdua" lebih jelas daripada "Gift card Rp100.000".
Contoh: toko es krim dengan rata-rata belanja Rp25.000 bisa menawarkan Rp50.000, Rp100.000 dan "Paket Liburan Sekolah" Rp150.000. Yang menghadiahkan Rp100.000 sebenarnya membelikan sekitar empat kunjungan untuk orang lain: cukup waktu untuk mengenal tokonya dan menjadi pelanggan tetap.
Cara mempromosikan gift card
- Poster di kasir dengan QR dan kalimat langsung: "Bingung mau kasih kado apa? Kasih [nama usaha Anda]."
- Staf menyebutkannya di minggu-minggu penting: "Oh iya, kami ada gift card untuk Lebaran."
- Notifikasi ke pelanggan tetap dua atau tiga minggu sebelum setiap momen. Kalau mereka sudah punya kartu member di ponsel, notifikasi ke layar kunci sampai tanpa bergantung pada media sosial.
- Nominal bulat dan satu pilihan unggulan. Misalnya Rp100.000, Rp200.000 dan Rp300.000, dengan Rp200.000 disebut "paling sering dihadiahkan" hanya kalau memang benar.
- Paket yang bermakna: "Potong + cukur", "Sarapan berdua", "Facial treatment".
- Perusahaan di sekitar: tawarkan ke kantor dan toko sekitar untuk hadiah karyawan atau parsel.
- Media sosial: unggah foto hadiahnya, bukan diskonnya.
Ide per sektor
- Restoran: makan malam berdua atau menu spesial.
- Barbershop: potong dan cukur untuk Hari Ayah atau jelang Lebaran.
- Salon kecantikan: perawatan untuk Hari Ibu.
- Toko retail: nominal bebas supaya penerima memilih sendiri.
Kesalahan yang sering terjadi
- Meluncurkannya H-3 Lebaran. Terlambat: siapkan sejak awal Ramadan.
- Syarat tidak jelas. Nominal, pemakaian sebagian, masa berlaku dan di mana saldo terlihat.
- Mencatat saldo dari ingatan. Ujung-ujungnya berdebat dengan pelanggan.
- Tidak memanfaatkan penerimanya. Yang datang membawa gift card adalah pelanggan baru: tawarkan juga kartu member supaya kembali. Ide lainnya di cara mendapatkan pelanggan tetap.
Gift card dengan Stampaz
Di Stampaz, gift card adalah salah satu dari 6 jenis kartu di semua paket: ada saldo, bisa diisi ulang, dan masa berlaku opsional. Pelanggan menyimpannya di Apple Wallet atau Google Wallet (atau kartu web) tanpa mengunduh apa pun, dan saldo ter-update sendiri setiap kali staf memindainya dari ponsel apa pun. Stampaz tidak memproses pembayaran: Anda menagih di kasir dan menandainya di ponsel, jadi tidak ada komisi per penjualan. Untuk membandingkan dengan jenis kartu lain, baca poin, stempel atau cashback.
Pertanyaan umum
Tentukan nominal tetap atau bebas, tagih di kasir seperti penjualan biasa, lalu berikan kartunya ke pembeli, dalam bentuk kertas atau di ponselnya. Pajang di meja kasir dan sebutkan menjelang hari-hari spesial.
Bisa. Tergantung alat yang dipakai, gift card dikirim lewat tautan atau QR yang dicetak di kartu ucapan, dan penerimanya menyimpannya di ponsel. Tidak perlu kartu plastik.
Tergantung aturan perlindungan konsumen yang berlaku untuk Anda. Sebelum memutuskan, tanyakan ke konsultan atau instansi terkait.
Perlakuan akuntansi dan pajaknya bisa berbeda dari penjualan biasa. Tanyakan ke akuntan atau konsultan pajak cara mencatat penjualan dan penukarannya sebelum mulai menjual.
Tidak harus. Kalau Anda menagih di kasir sendiri dan hanya memakai alat untuk menerbitkan kartu dan mencatat saldo, tidak ada komisi per penjualan untuk alat tersebut.